Bu Liliek sangat memanjakan cucu-cucunya. Beginilah kedekatan Bu Liliek dengan cucu pertamanya, Abil.
Selasa, 05 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Allah mengirim kanker teroid untuk Bu Liliek yang telah mengantarkan beliau menghadap-Nya, Rabu, 22 Agustus 2007 pukul 13.30 Wib di Surabaya. Tak ada wasiat terakhir, kecuali titip pendidikan anak-anak yatim piatu. Maka, kami membentuk sebuah yayasan anak yatim piatu bernama : Siti Chuzinah Fondation. Jika Anda memiliki kepedulian yang sama dengan Bu Liliek, kirim dana Anda ke rekening : No. Rek. BCA : 018-284-6013 a/n Suliadji Subhan. Email : saibansahdardani@yahoo.com
3 komentar:
Hj. Muhaiminah ( Ibunda Almarhumah Siti Chuzinah )
83 Tahun
Lilik panggilannya, sebenarnya namanya adalah siti chuzaimah tetapi setelah sekolah berubah menjadi chuzinah mungkin kesalahan ijazah, lilik adalah anak saya yang kedua dari sepuluh anak, mulai dari kecil dia adalah pengganti saya merawat adik-adiknya karena saya juga harus mencari nafkah untuk mereka setelah ditinggal suami jadi mulai dari cuci baju sampai memasak dan juga mengurus adik-adiknya, lilik sering pindah-pindah rumah tapi masih didaerah wonokusumo saja.
Lilik anak saya ini tidak kenal lelah selain mengurus adik-adiknya dia juga mengajar di beberapa sekolah sampai sore selain mengajar dia juga jualan sate tusuk serta plunter (makanan dari pohong yang dibungkus dari daun pisang) , setelah tiba dirumah di langsung masak untuk nyiapin makanan dan menyiapkan adonan jajan yang akan dijual besok.
Dia sosok yang tegar mulai dari kecil sampai tua tidak pernah mengeluh dengan kehidupanya rasa syukurnya sangat tinggi dan suka menolong orang lain walapun kadang-kadang dirinya juga kekurangan.
Zuny Rahmawati
Saya adalah salah satu keponakan beliau dari 28 keponakan yang ada, mulai kecil saya tinggal dengan beliau selalu di nina boboin ketika mau tidur hingga menggendong jika ketiduran di meja belajar , beliau selalu memberi cerita bagaimana sejarah keluarga zawawi yang merupkan bapak kandung beliau.
Selain sebagai keponakan saya juga sebagai murid beliau di MI Mambaul Ulum dimana beliau menjadi kepala sekolah, hal yang tidak pernah saya lupakan ketika beliau mengajar adalah tidak mengenal perbedaaan dlam menerapkan disiplin dan etika terhadap semua murid, sempat saat itu saya melanggar tidak mengerjakan kerajinan tangan dan saya ingat saya mendpatkan bebrapa pukulan penggaris dan juga dijemur dibawah tiang bendera dengan terik matahari yang begitu menyengat, lain dirumah lain juga disekolah.
Dirumah beliau menjadi sosok yang dipanuti oleh setiap anggota keluarga yang tinggal bersama beliau, penerapan jiwa social kepada keluarga sudah beliau terapkan kepada keluarga, apalagi pribadi saya yang mempunyai keunikan takut untuk menghadapi sesuatu yang baru akan tetapi berkat motivasi beliau yang selalu sedikit memaksa saya untuk tidak takut dalam melengkah kedepan membuat saya sedikit berlatih berani walaupun dipaksa tapi semua hikmahnya dapat saya rasakan.
suwon tulisane zun, ada lagi?
Posting Komentar